Libatkan 10 Negara ASEAN, AUMX-2025 di Batam Perkuat Trust dan Stabilitas Maritim Kawasan



Batamramah.com, Batam – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI), Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, secara resmi membuka The 2nd ASEAN-U.S. Maritime Exercise (AUMX-2025) di Batam pada Rabu (9/12/2025). 

Latihan bersama ini bertujuan strategis untuk memperkuat kerja sama, kepercayaan (trust), dan interoperabilitas maritim di kawasan.

Indonesia, yang bertindak sebagai co-host bersama Amerika Serikat, menunjukkan komitmennya terhadap keamanan regional dengan mengerahkan KRI John Lie-358 beserta 1 Helikopter Bell 4203.

Sementara itu, Amerika Serikat (A.S.) berpartisipasi dengan USS Cincinnati-20 dan 1 Drone.

Batam Sebagai Lokasi Penyelenggaraan yang Strategis


Dalam sambutannya, Letjen TNI Tri Budi Utomo menyambut seluruh delegasi, termasuk Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh Vice Commander of U.S. Seven Fleet, Honourable Rear Admiral Katie Sheldon. Sekjen Kemhan RI menyatakan rasa bangga atas penunjukan Batam sebagai lokasi pembukaan.

“Merupakan kehormatan besar untuk menyambut Anda semua hari ini dan menjadi tuan rumah Upacara Pembukaan The 2nd ASEAN-U.S. Maritime Exercise (AUMX-2025) di sini, di Batam,” ujar Letjen Tri Budi.

Ia menambahkan, Batam dipilih karena nilai strategisnya dan merepresentasikan warisan maritim Indonesia yang kuat, menjadikannya tempat yang tepat untuk acara latihan ini.

Menjaga Stabilitas Sesuai AOIP

AUMX-2025 merupakan kelanjutan dari latihan sukses sebelumnya pada tahun 2019. Letjen TNI Tri Budi Utomo menekankan bahwa AUMX jauh lebih dari sekadar operasi angkatan laut semata. Latihan ini adalah platform vital untuk menjalin trust dan saling pengertian, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan untuk bekerja sama.

“Melalui kegiatan ini, kita menegaskan kembali komitmen bersama kita untuk menjaga stabilitas maritim dan menjadikan kawasan kita damai dan aman,” tegasnya.

Keterlibatan Indonesia dalam AUMX 2025 menyoroti peran sentralnya dalam memajukan keamanan pertahanan di kawasan Indo-Pasifik, sejalan dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Latihan ini secara spesifik dirancang untuk mempromosikan berbagi informasi multilateral real-time dan respons insiden di domain maritim, sesuai dengan prinsip kebebasan navigasi dan hukum internasional yang berlaku.

Aset Utama Negara Partisipan

Selain Indonesia dan A.S., negara-negara ASEAN lain turut berpartisipasi aktif dengan mengerahkan aset utama mereka:
- Brunei Darussalam: KDB Darulaman
- ⁠Malaysia: KD Lekir-26
- ⁠Myanmar: Kyan Sit Thar (F-12)
- ⁠Filipina: BRP Antonio Luna (FF-151)
- ⁠Singapura: RSS Vigour-92
- ⁠Vietnam: VPNS-09

Kamboja, Laos, Thailand, dan Timor Leste juga berpartisipasi dengan mengirimkan Augmented Staff dalam latihan maritim ini.
Lebih baru Lebih lama