Akselerasi Kredit UMKM Kepri Tembus 13,32%, Lampaui Tren Kontraksi Nasional



BATAMRAMAH.COM: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) mencatat performa gemilang pada sektor pembiayaan. Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepri tumbuh agresif di saat rata-rata nasional mengalami kelesuan.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P, mengungkapkan bahwa kredit UMKM di wilayahnya tumbuh 13,32%. Angka ini memukul balik tren nasional yang justru terkontraksi ke level -0,66%.

Injeksi Modal Dorong Ekspansi Usaha

Rony menegaskan pentingnya peran perbankan dalam memacu roda ekonomi. Perbankan Kepri sangat responsif dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif. Penyaluran kredit ini memberi ruang bagi industri dan UMKM untuk melakukan ekspansi kapasitas usaha.

"Perekonomian yang tumbuh tinggi harus mendapat respon pembiayaan. Tanpa kredit, perusahaan dan pabrik tidak bisa menambah investasi," ujar Rony pekan lalu.

Struktur Kredit dan Rasio NPL Sehat

Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit di Kepri menunjukkan tren positif:

  • Kredit Korporasi: Tumbuh 25% (Nasional: 11%).

  • Total Kredit Perbankan: Mencapai Rp49,2 triliun.

  • Kredit Rumah Tangga: Tumbuh 8,6% (Nasional: 8,53%).

Sektor industri pengolahan, transportasi, dan jasa persewaan menjadi kontributor utama. Meski kredit tumbuh pesat, tingkat risiko tetap terkendali. BI Kepri mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 2,8%, jauh di bawah ambang batas aman 5%.

Strategi UMKM Naik Kelas

Rony menyoroti korelasi kuat antara konsumsi rumah tangga dengan daya tahan UMKM. Bank Indonesia kini fokus memperluas akses inklusi ekonomi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjaga daya beli sekaligus memperkuat ekosistem usaha lokal.

"Kami terus mengupayakan agar UMKM tidak hanya bertahan, tapi mampu naik kelas. Ini adalah fondasi dasar pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif," pungkasnya.(kyy)

Lebih baru Lebih lama