Batamramah.com, Aceh Tamiang – Mengawali tahun 2026, Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja langsung untuk meninjau proyek Hunian Danantara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Dalam peninjauan strategis ini, Presiden didampingi oleh jajaran manajemen Danantara serta Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Dian Siswarini.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan percepatan pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak dan ketersediaan infrastruktur digital sebagai tulang punggung koordinasi pemulihan. Pemerintah melalui Danantara menegaskan bahwa konektivitas nirkabel (WiFi) gratis menjadi standar wajib di setiap unit Huntara guna mencegah isolasi informasi bagi warga terdampak.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa fasilitas digital tersebut sangat krusial.
"Fasilitas ini mempermudah koordinasi bantuan dan memastikan masyarakat tetap terhubung dengan akses informasi serta pendidikan selama masa pemulihan,” ujar Dony dalam keterangannya.
Guna mendukung operasional 15.000 unit Huntara yang tersebar di tiga provinsi, TelkomGroup telah menyiapkan infrastruktur digital secara bertahap. Pada tahap awal, telah terpasang 28 titik akses (access point) dari total target 63 titik di seluruh kawasan.
Infrastruktur ini diperkuat dengan layanan Managed Service berkapasitas 100 Mbps di posko utama, pengoperasian unit Mobile BTS (Combat) untuk kestabilan sinyal 4G dan 5G, serta pemanfaatan teknologi satelit dari Telkomsat yang menyediakan layanan internet tanpa batas secara gratis bagi penghuni.
Terkait progres pemulihan jaringan secara umum di wilayah Aceh, TelkomGroup melaporkan capaian telah menyentuh angka 95 persen. Saat ini, layanan telekomunikasi di 289 kecamatan di seluruh Aceh telah kembali beroperasi (on-air).
"Kami telah memulihkan layanan di setiap kecamatan dengan dukungan 768 unit genset dan 18 situs satelit. Fokus kami saat ini adalah penuntasan pemulihan di wilayah Blangkejeren dan Takengon," ungkap Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini.
Selain pemulihan teknis, TelkomGroup juga menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menyalurkan total bantuan senilai Rp122,6 miliar hingga awal Januari 2026. Bantuan tersebut mencakup penyediaan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, hingga program trauma healing bagi anak-anak di pengungsian.
"Prioritas utama kami adalah memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi dengan lancar. Melalui sinergi antara Danantara dan BUMN, kami berharap beban masyarakat berkurang sehingga mereka dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik," tutup Dian.

