Satgas Nataru Berakhir, Pertamina Sumbagut Catat Kenaikan Avtur 17% dan Jamin Stok Aman



Batamramah.com, Batam – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). 

Berlangsung sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026, Satgas ini berhasil mengawal kecukupan pasokan energi di tengah peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.

Selama periode tersebut, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di wilayah Sumbagut dilaporkan berjalan aman dan terkendali. Secara regional, konsumsi BBM jenis Gasoline meningkat sekitar 1,1 persen. Sementara itu, lonjakan signifikan terjadi pada penyaluran Avtur yang mencapai 17 persen dibandingkan rata-rata normal, seiring meningkatnya frekuensi transportasi udara.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang membuat distribusi tetap andal.

“Berakhirnya Satgas Nataru 2025/2026 merupakan hasil sinergi solid antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat, serta mitra kerja. Meskipun dinamika konsumsi di tiap provinsi berbeda, secara keseluruhan pasokan di wilayah Sumbagut terjaga aman,” ujar Sunardi dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Dinamika Konsumsi di Berbagai Provinsi

Berdasarkan data evaluasi, tren konsumsi energi menunjukkan variasi di lima provinsi wilayah kerja Sumbagut:
- Riau: Mencatat kenaikan konsumsi Gasoline tertinggi di Sumbagut sebesar 5,8 persen, dengan kenaikan LPG sebesar 1,9 persen.

- Sumatera Utara: Konsumsi Gasoline naik 1,2 persen, sementara LPG mencatat kenaikan tertinggi di regional sebesar 2,2 persen.

- Kepulauan Riau: Pertumbuhan Gasoline tercatat sebesar 2,0 persen dengan distribusi LPG yang relatif stabil.

- Sumatera Barat: Penyaluran tetap stabil dengan kenaikan Gasoline 0,2 persen dan LPG 1,2 persen, meskipun sempat terkendala tantangan cuaca di beberapa wilayah.

- Aceh: Konsumsi Gasoline relatif stabil, namun LPG terkoreksi -7,6 persen yang dipengaruhi oleh kondisi kebencanaan di wilayah terdampak. Namun, Pertamina memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

Meski Satgas telah berakhir, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa intensitas pengawasan tidak akan berkurang. Ketahanan stok per pertengahan Januari 2026 berada dalam posisi sangat aman dengan coverage days berkisar antara 6,2 hingga 36 hari.

Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Basuki Santoso, menjelaskan bahwa pola pengawasan akan kembali ke operasional normal namun tetap dengan kewaspadaan tinggi.

“Evaluasi selama masa Satgas menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan penyaluran ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca dan dinamika konsumsi masyarakat,” pungkas Basuki.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan energi tetap mengalir ke seluruh pelosok Sumatera Bagian Utara.
Lebih baru Lebih lama