Batamramah.com, BATAM – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam terus memperkuat fungsi gedung shelter sosial sebagai pusat layanan bagi masyarakat rentan. Penguatan ini mencakup pemeliharaan fasilitas rutin hingga peningkatan sarana pendukung guna memaksimalkan penanganan masalah sosial di lapangan.
Kepala Dinsos PM Kota Batam, Zulkifli Aman, menegaskan bahwa keberadaan gedung pelayanan sosial memiliki peran vital dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, sehingga kondisinya harus selalu terjaga dan fungsional.
"Pemeliharaan aset daerah harus dilakukan secara rutin, mulai dari menjaga kebersihan hingga memastikan ketersediaan fasilitas pendukung. Hal ini penting agar pelayanan tetap optimal," ujar Zulkifli saat mendampingi kunjungan Satgas Korsupgah Wilayah I KPK RI, Senin (6/4/2026).
Zulkifli menjelaskan, sejumlah pembenahan telah dilakukan untuk menunjang operasional shelter, salah satunya adalah semenisasi halaman melalui APBD Perubahan. Ke depan, pihaknya berencana mengusulkan tambahan anggaran untuk melengkapi fasilitas yang masih kurang, termasuk pembangunan gerbang utama.
Saat ini, shelter tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 20 orang. Fasilitas ini difungsikan untuk menampung berbagai kelompok rentan, mulai dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) hingga masyarakat telantar.
Guna memaksimalkan layanan, Dinsos PM mengandalkan peran Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan penjangkauan langsung di lapangan. Tim ini rutin turun sebanyak enam kali dalam sebulan untuk menyisir kelompok rentan seperti pengemis, orang telantar, hingga fenomena "manusia silver".
"Warga yang terjaring akan dibawa ke shelter untuk menjalani proses assessment (penilaian). Sebelumnya, mereka akan diperiksa kesehatannya dan diberikan pengobatan jika diperlukan," jelasnya.
Setelah proses kesehatan selesai, Dinsos PM melakukan penelusuran identitas dan asal-usul warga tersebut. Jika identitas keluarga ditemukan, pihak dinas akan mengupayakan pemulangan. Namun, bagi warga yang belum diketahui asalnya, pendataan akan dilakukan lebih mendalam hingga mereka dapat difasilitasi kembali ke daerah asal.
Dalam proses pemulangan ini, koordinasi dengan paguyuban daerah asal menjadi kunci utama agar penanganan berjalan tepat sasaran.
"Jika sudah diketahui asalnya, kami segera berkoordinasi dengan paguyuban setempat agar proses penanganan dan pemulangan berjalan tepat," pungkas Zulkifli.
Program penguatan shelter yang telah berjalan sejak tahun anggaran 2025 ini diharapkan dapat membuat penanganan masalah sosial di Batam menjadi lebih cepat, tepat, dan manusiawi.

