Batamramah.com, BATAM — Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau mulai melakukan akselerasi pemenuhan kebutuhan uang tunai masyarakat. BI Kepri menjadwalkan layanan penukaran uang terpadu di One Batam Mall pada 9–10 Maret 2026 dengan sistem pendaftaran digital.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menyatakan bahwa kebutuhan uang pecahan kecil (UPK) selalu mengalami peningkatan signifikan selama Ramadan hingga Lebaran. Hal ini didorong oleh lonjakan konsumsi rumah tangga serta tradisi berbagi di tengah masyarakat.
“Selain konsumsi yang naik, budaya berbagi dan sedekah juga meningkat pesat. Itulah sebabnya permintaan terhadap uang pecahan kecil ikut melonjak tajam,” ujar Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media di Batam, Selasa (3/3/2026).
Guna memastikan distribusi yang tertib dan merata, BI Kepri mewajibkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi atau situs resmi PINTAR di https://pintar.bi.go.id/. Melalui sistem ini, warga dapat memilih lokasi dan jadwal penukaran secara mandiri guna menghindari antrean panjang.
Khusus untuk layanan di One Batam Mall pada 9–10 Maret mendatang, BI menetapkan batas maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang.
“Pembatasan ini kami terapkan agar distribusi uang pecahan baru dapat menjangkau lebih banyak warga secara adil dan merata,” tambah Rony.
Dalam memperkuat rantai distribusi di seluruh wilayah Kepulauan Riau, BI Kepri berkolaborasi dengan 15 bank umum. Rony menjamin bahwa ketersediaan likuiditas dan stok uang tunai dalam kondisi aman, sesuai dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Kepri yang tetap kuat.
“Kami telah menghitung kebutuhan berdasarkan tren transaksi saat libur panjang. Perbankan juga sudah menyiapkan likuiditas yang cukup. Kami pastikan tidak akan ada kekosongan stok uang di tengah momentum Lebaran ini,” tegasnya.
Dengan integrasi sistem digital PINTAR dan dukungan belasan perbankan, BI Kepri optimistis perputaran ekonomi selama Ramadan hingga Lebaran akan berjalan lancar, tepat sasaran, dan mampu mendukung aktivitas sosial-ekonomi masyarakat Kepulauan Riau.
