Awas! Pemenang Tender dan Pegawai Perkim Kepri Bodong Cari Korban, Ini Modus Penipuannya

Surat Palsu


BATAM RAMAH. COM: Telepon itu datang seperti biasa.

Tidak ada yang mencurigakan di awal.

Seorang pemilik toko bangunan di Tanjungpinang menerima panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai pemenang tender proyek pemerintah. Suaranya tenang, bahasanya rapi, dan yang paling meyakinkan—ia membawa dokumen resmi.

Tak lama kemudian, dua file berformat PDF dikirimkan. Isinya lengkap: surat penawaran lelang tertutup pengadaan bahan material rumah dinas yang mengatasnamakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepulauan Riau.

Dokumen Lengkap, Permintaan Terlihat Masuk Akal

Di dalam surat tersebut, tertulis jelas tanggal 30 Maret 2026, lengkap dengan nomor resmi dan perihal penawaran. Bahkan, rincian proyek disusun sangat detail.

Pengadaan material disebut akan dilakukan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Natuna, dengan nilai mencapai Rp800 juta.

Daftar barangnya pun tidak main-main: ratusan cat tembok interior dan eksterior, kuas roll berbagai ukuran, hingga perangkat air purifier.

Semua terlihat sah.

Kemudian datang permintaan inti—barang diminta untuk disiapkan terlebih dahulu, bahkan dengan skema pembayaran menyusul.

Diperkuat Video Call, Korban Nyaris Percaya

Surat Pemenang Tender Palsu


Situasi semakin meyakinkan ketika muncul “konfirmasi” kedua.

Pemilik toko kembali dihubungi, kali ini melalui video call oleh seorang wanita yang mengaku sebagai pejabat fungsional madya di Dinas Perkim Kepri.

Dalam percakapan itu, ia menegaskan bahwa orang yang sebelumnya menghubungi memang benar pemenang tender. Nada bicaranya tegas, sikapnya profesional, dan semuanya terasa nyata.

Di titik ini, hampir tidak ada alasan untuk meragukan.

Namun di saat yang sama, keraguan kecil justru muncul—dan menjadi penyelamat.

Satu Langkah Kecil yang Membongkar Penipuan

Alih-alih langsung menyiapkan barang, pemilik toko memilih memastikan langsung ke Dinas Perkim Kepri.

Keputusan sederhana itu mengubah segalanya.

Kepala Dinas Perkim Provinsi Kepulauan Riau, Said Nursyahdu, langsung membantah seluruh isi surat tersebut.

“Penipuan. Kami tidak pernah melaksanakan lelang tertutup pengadaan bahan material untuk rumah dinas. Tidak pernah ada,” tegasnya.

Ia bahkan menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat penawaran seperti itu, apalagi menjalankan proyek pembangunan rumah dinas sebagaimana yang tercantum.

Tanda Tangan Palsu, Identitas Ikut Dicatut

Said Nursyahdu, Kepala Dinas Perkim Kepulauan Riau



Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, terungkap bahwa tanda tangan dan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang tercantum dalam dokumen tersebut bukan milik Said.

“Setelah kami cek, tanda tangan serta NIP yang ada pada barcode surat bukan milik saya,” jelasnya.

Tak hanya itu, nama wanita yang mengaku sebagai pejabat fungsional juga dipastikan tidak terdaftar di lingkungan Dinas Perkim Kepri.

Artinya, pelaku tidak hanya memalsukan dokumen, tetapi juga membangun skenario lengkap agar terlihat meyakinkan.

Modus Lama dengan Wajah Baru

Dinas Perkim Kepri mencatat, setidaknya sudah ada dua surat serupa yang beredar, masing-masing terkait proyek fiktif di Tanjungpinang dan Natuna.

Meski belum diketahui apakah ada korban lain, kasus ini menunjukkan bahwa modus penipuan kini semakin rapi dan terstruktur.

Pelaku tidak lagi sekadar mengirim pesan, tetapi juga menyusun alur komunikasi, dokumen resmi, hingga “aktor pendukung” untuk memperkuat cerita.

Waspada Jadi Benteng Terakhir

Belajar dari kejadian ini, Said mengimbau seluruh penyedia jasa konstruksi dan pemilik toko bangunan agar tidak mudah percaya terhadap tawaran proyek, terutama yang meminta pengiriman barang terlebih dahulu.

Verifikasi langsung ke instansi terkait menjadi langkah paling aman.

Karena dalam kasus seperti ini, penipuan tidak lagi terlihat kasar—melainkan tampil rapi, sopan, dan nyaris sempurna.(bos)

Lebih baru Lebih lama