Batamramah.com, BATAM – Senja perlahan meredup di kawasan Tiban, Kamis (2/4/2026). Di sebuah ruang tamu sederhana, seorang pria duduk dengan tenang. Tutur katanya ringkas, namun setiap kalimat yang terucap menyiratkan rekam jejak pengalaman yang mendalam. Ia adalah Teuku Nanda Fulizar, sosok yang kini dikenal luas sebagai pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), meski pencapaiannya tersebut tidak diraih secara instan.
Fondasi yang Dibentuk Sejak Kecil
Nanda lahir di Aceh pada 1984. Masa kecilnya diwarnai situasi daerah yang tidak menentu, namun di tengah kondisi itulah prinsip hidupnya mulai tertanam. Ayahnya, yang kala itu menjabat sebagai Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan di Disnaker Kota Lhokseumawe, menjadi sosok inspirator utama.
Sejak dini, Nanda telah diperkenalkan pada dunia kerja melalui cara yang unik: miniatur alat berat. Namun, itu bukan sekadar permainan. Ia diajarkan nama, fungsi, hingga mekanisme kerja bulldozer, excavator, hingga crane. Di saat anak seusianya hanya bermain, Nanda sedang membangun pemahaman teknis yang menjadi cikal bakal keahliannya di bidang K3.
Hijrah dan Transformasi di Batam
Tahun 1996 menjadi titik balik saat keluarganya memutuskan pindah ke Batam demi mencari suasana yang lebih kondusif. Di kota industri ini, rasa ingin tahu Nanda kian membuncah. Ketertarikan pada alat berat bertransformasi menjadi pemahaman profesional.
Saat duduk di bangku SMA, Nanda kerap mendampingi ayahnya dalam berbagai kegiatan operasional K3. Ia belajar dengan cara menyerap realitas di lapangan, membantu presentasi, mempelajari materi, hingga melihat langsung bagaimana satu kelalaian kecil dalam prosedur keselamatan dapat berakibat fatal bagi nyawa manusia.
Dedikasi dan Puncak Kompetensi
Pada 2004, di usia 20 tahun sembari menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Batam, Nanda mengambil sertifikasi Ahli K3 Umum dan lulus sebagai peserta terbaik. Sejak saat itu, ia meniti karier dari bawah, mulai dari safetyman hingga menjadi safety officer.
Kompetensinya terus berkembang melalui berbagai sertifikasi spesialis, mulai dari Pesawat Angkat dan Angkut (2008), Pesawat Uap dan Bejana Tekan (2010), hingga Ahli K3 Utama Konstruksi Bangunan (2011). Tak berhenti di sana, ia juga menguasai kompetensi internasional seperti Non-Destructive Test (NDT) dan ASNT Level II.
Keberaniannya mengambil risiko untuk terus belajar membuahkan hasil manis. Di usia 27 tahun, ia telah dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama di sebuah perusahaan bidang K3. Puncaknya, pada 2020, ia tercatat sebagai satu-satunya asesor kompetensi untuk pesawat angkat dan angkut di Kepulauan Riau.
Misi Kemanusiaan di Balik Prosedur
Bagi Nanda, ilmu akan mati jika tidak dibagikan. Ribuan tenaga kerja telah ia latih agar tidak sekadar memegang sertifikat, tetapi memiliki kesadaran tanggung jawab. Kini, meski menangani ribuan perusahaan, orientasi utamanya tetap sederhana memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat ke pelukan keluarga.
Kisah Nanda membuktikan bahwa perjalanan besar sering kali berakar dari hal sederhana. Berawal dari tumpukan mainan alat berat di sudut rumah, kini ia berdiri sebagai garda terdepan penjaga keselamatan ribuan nyawa di dunia industri.
