Batamramah.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempertegas komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui strategi keberlanjutan GoZero% - Sustainability Action. Melalui pilar Empower Our People, TelkomGroup mengimplementasikan prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (Diversity, Equity, and Inclusion/DEI) guna memperkuat organisasi yang adaptif dan inovatif di tengah percepatan transformasi digital.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa kesetaraan gender merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang inklusif. Menurutnya, keragaman perspektif sangat krusial dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi besar. Hal terpenting adalah ketersediaan kesempatan yang setara untuk berkembang dan mengambil peran strategis dalam kepemimpinan. Saat akses tersebut terbuka, perempuan akan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Dian Siswarini, Selasa (21/4/2026).
Komitmen TelkomGroup tercermin dalam data yang konsisten meningkat. Pada tahun 2025, proporsi karyawan perempuan di TelkomGroup mencapai 31,7 persen, dengan 21 persen di antaranya telah menempati posisi manajerial. Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 32 persen dari total karyawan dan 27 persen di level manajerial pada tahun 2030.
Penguatan ini juga terlihat di berbagai lapisan organisasi. Hingga akhir 2025, keterwakilan perempuan di tingkat manajemen madya tercatat sebesar 23,2 persen dan level pengawas mencapai 33,4 persen. Selain itu, Telkom terus mendorong partisipasi perempuan di sektor teknis, dengan persentase di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa (Engineering), dan Matematika (STEM) sebesar 8,1 persen.
Representasi kepemimpinan di tingkat tertinggi, yang kini dipimpin oleh Dian Siswarini, menjadi bukti nyata budaya kerja inklusif di Telkom. Kiprahnya baru-baru ini mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada Wonder Mom Awards 2025.
Sejalan dengan semangat perjuangan R.A. Kartini, Dian menekankan bahwa pemberdayaan perempuan di era digital harus dimaknai sebagai upaya membuka akses seluas-luasnya terhadap informasi dan peluang. “Konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya dan mandiri,” tambahnya.
Selain aspek keterwakilan, TelkomGroup memastikan ekosistem kerja yang mendukung produktivitas perempuan. Perusahaan menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti Telkom Daycare dan ruang laktasi, guna memastikan talenta perempuan dapat menjalankan peran profesional secara optimal.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, TelkomGroup optimistis budaya kerja yang setara tidak hanya akan membangun organisasi yang lebih tangguh, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di industri telekomunikasi digital.

