Gelar Sosialisasi di Jodoh, Bunda PAUD Batu Ampar Gandeng Dosen STIT Muhammadiyah



Batamramah.com, BATAM – Guna menyamakan persepsi mengenai pentingnya investasi pendidikan sejak usia dini, Bunda PAUD Kecamatan Batu Ampar, Sonia Pricilia, S.H., M.H., menggagas agenda sosialisasi masif mengenai urgensi program wajib belajar pra-sekolah satu tahun. 

Langkah strategis ini digulirkan melalui kolaborasi solid antara Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan yang berlangsung di Aula SLB Kartini II, Jodoh, Sabtu (27/6/2026) sore.

Gerakan edukasi yang merupakan program pemerintah Kota Batam ini sengaja melibatkan spektrum masyarakat yang luas. Pihak panitia merangkul pengurus TP PKK Kecamatan Batu Ampar, kader posyandu, perangkat RT dan RW, hingga jajaran tokoh masyarakat yang menjadi garda terdepan di lingkungan warga.

Sonia Pricilia menjelaskan, sosialisasi ini sengaja digelar agar masyarakat memahami seutuhnya mengapa anak-anak wajib menempuh pendidikan pra-sekolah sebelum melangkah ke jenjang Sekolah Dasar (SD). 

Guna mengupas tuntas urgensi tersebut dari sudut pandang ilmiah, pihak kecamatan menghadirkan Praktisi PAUD sekaligus Dosen STIT Internasional Muhammadiyah Batam, Ninik Hariyanti, M.Pd., sebagai narasumber utama.

Program pra-sekolah satu tahun atau PAUD ini sangat krusial bagi masa depan anak. 
Maka dari itu, kami mengadakan sosialisasi ini agar seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat RT, RW, hingga tokoh masyarakat, tahu dan paham perlunya PAUD. 

" Kami ingin gerakan yang menjadi program pemerintah Kota Batam ini berjalan sukses lewat sinergi kolektif bersama Bunda PAUD kelurahan," ujar Sonia Pricilia di sela-sela kegiatan.

Dalam pemaparannya selaku pakar, Ninik Hariyanti, M.Pd., membedah paradigma keliru di masyarakat yang kerap menganggap PAUD hanyalah tempat bermain tanpa arah atau sekadar tempat instan agar anak bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Berdasarkan riset ilmiah internasional, rentang usia 0 hingga 6 tahun merupakan masa golden age di mana 90 persen perkembangan otak manusia terbentuk.


"Di PAUD, saat guru melatih anak memakai sepatu sendiri atau merapikan bekalnya, itu adalah stimulasi pembentukan karakter kemandirian. Riset membuktikan, anak yang mandiri sejak dini memiliki peluang jauh lebih besar untuk sukses dan mandiri secara finansial saat dewasa kelak. Jadi, ini bukan sekadar urusan bisa baca tulis, melainkan laboratorium pembentukan mental," urai Ninik.

Lebih lanjut, Dosen STIT Internasional Muhammadiyah Batam ini memaparkan bahwa aktivitas sederhana seperti memilah mainan balok sesuai warna dan bentuk atau metode klasifikasi memiliki dampak jangka panjang dalam melatih kecerdasan emosional anak. Melalui kebiasaan tersebut, anak dirangsang untuk memiliki kemampuan manajemen konflik dan problem solving (pemecahan masalah) yang matang ketika dewasa.

Data komparatif riset global juga menunjukkan bahwa anak-anak yang mengenyam bangku PAUD berkualitas memiliki angka putus sekolah yang jauh lebih rendah, tingkat pendapatan yang lebih baik, serta persentase keterlibatan dalam tindakan kriminalitas yang jauh lebih kecil saat dewasa karena fondasi adab yang kuat.

Menutup rangkaian sosialisasi di kawasan Jodoh tersebut, Sonia Pricilia kembali mengajak seluruh kader PKK, posyandu, dan perangkat RT/RW untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi orang tua di lingkungan masing-masing.

"Ini bukan sekadar formalitas peraturan, melainkan tentang pentingnya membangun pondasi anak-anak kita. Sesuai dengan falsafah Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus menuntun segala kodrat anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Mari kita jadikan Batu Ampar sebagai pelopor generasi emas yang unggul," pungkas Sonia.
Lebih baru Lebih lama