Batamramah.com, BATAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepri menggelar puncak peringatan World Book Day (Hari Buku Sedunia) 2026.
Acara yang berlangsung di Lantai 3 Kantor BI Kepri, Batam, Kamis (4/6/2026) ini diisi dengan kegiatan bedah buku bersama penulis Sophie Navita, yang membedah karyanya berjudul “Hati yang Gembira Adalah Obat”.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, menegaskan bahwa peringatan yang diprakarsai oleh UNESCO sejak 1995 ini bertujuan untuk menghargai karya para penulis sekaligus memperkuat budaya membaca. Ia menyoroti tantangan penurunan minat baca di era digital, di mana generasi muda cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai (gadget).
Menurut Ardhienus, kehadiran teknologi mutakhir termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak boleh sampai menggeser esensi aktivitas membaca dan menulis. Kemampuan literasi konvensional dinilai tetap menjadi fondasi paling mendasar dalam melatih cara berpikir kritis dan kreatif masyarakat.
"Sebagai bentuk komitmen, BI Kepri telah menggelar stimulan literasi sejak April lalu, mulai dari lomba konten digital, lomba puisi, hingga tayang bincang (podcast) literasi bersama komunitas. Kami berharap membaca bisa kembali menjadi kebiasaan yang berkelanjutan," ujar Ardhienus saat ditemui di sela-sela acara.
Di tempat yang sama, Kepala DPK Pemprov Kepri, Moh. Bisri, memaparkan data mengenai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Indonesia yang secara umum masih berada di kategori rendah. Kondisi ini menjadi tantangan besar (PR) bersama bagi lintas instansi.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas gedung perpustakaan dan koleksi buku yang melimpah tidak akan berdampak signifikan jika tidak dibarengi dengan stimulasi minat baca dari lingkungan terkecil.
"Perpustakaan dan buku sudah banyak tersedia, tetapi minat bacanya yang masih rendah. Ini menjadi tanggung jawab kolektif mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga pemerintah untuk membangun kembali kedekatan dengan buku sejak dini," kata Bisri.
Melalui momentum World Book Day 2026 ini, BI Kepri dan DPK Pemprov Kepri berharap adanya akselerasi kesadaran literasi di tengah masyarakat.
Membaca bukan lagi sekadar pengisi waktu luang, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) lokal yang berdaya saing tinggi sekaligus membentengi diri dari paparan manipulasi informasi atau hoaks di dunia siber.
.jpeg)
