Geliat Industri Kreatif Muda, BMI Kepri Cup 2026 Wadahi Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire



Batamramah.com, BATAM – Turnamen esports bergengsi BMI Kepri Cup 2026 yang diinisiasi oleh DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepulauan Riau sukses memediasi ratusan talenta muda. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 26–28 Juni 2026 tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Batam.

Ajang yang mempertandingkan dua cabang gim kompetitif terpopuler saat ini, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Free Fire, dibanjiri oleh 105 tim dengan total 465 atlet esports dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Kepri.

Berdasarkan hasil rekapitulasi babak grand final, pada kategori Mobile Legends: Bang Bang, tim Traitor sukses keluar sebagai juara pertama setelah menyajikan performa konsisten sepanjang turnamen. Posisi runner-up diamankan oleh tim Horehore, sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh Karren Gacor. Penghargaan bergengsi Most Valuable Player (MVP) diraih oleh Reinhard dari tim Traitor berkat penampilan impresifnya di arena pertandingan.

Sementara itu, pada ketatnya kompetisi kategori Free Fire, tim EGOISTA berhasil menduduki takhta juara pertama. Diikuti oleh tim ZENITH di urutan kedua, dan tim SINONIM di peringkat ketiga. Adapun gelar predator atau Most Kill disabet oleh pro player Ners Rasyaa yang sukses menorehkan total 29 kill sepanjang turnamen.

Ketua Panitia Pelaksana, Ali Akbar Haholongan, mengaku bangga dengan tingginya animo komunitas gim di Kepri. Menurutnya, partisipasi masif 45 tim MLBB dan 60 tim Free Fire ini menjadi indikator kuat bahwa ekosistem olahraga elektronik di daerah membutuhkan lebih banyak panggung kompetisi yang berkualitas.


"Potensi atlet esports di Kepulauan Riau sangat luar biasa besar. Kami berharap turnamen BMI Kepri Cup ini menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan talenta-talenta baru yang siap melompat bersaing ke tingkat nasional," ujar Ali Akbar, Selasa (30/6/2026).

Senada, Ketua DPD BMI Provinsi Kepri, Makmur Susanto, menilai bahwa esports bukan lagi sekadar medium permainan pengisi waktu luang, melainkan sudah menjelma sebagai industri kreatif baru yang membuka lebar peluang prestasi dan perputaran ekonomi kreatif.

"BMI ingin hadir nyata menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang sesuai dengan minat dan bakat zamannya. Kami berkomitmen mendorong BMI Kepri Cup agar dapat menjadi agenda tahunan dengan skala yang jauh lebih masif ke depan," tegas Makmur.

Rangkaian acara resmi ditutup pada Minggu malam oleh Ketua DPC BMI Kota Batam, Suherman. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran panitia, sponsor, wasit, serta penonton yang tertib memadati arena luar ruangan sejak babak penyisihan.

"Selamat kepada para juara, dan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Jadikan ini pengalaman berharga untuk terus mengasah kemampuan. Sampai jumpa di panggung BMI Kepri Cup berikutnya dengan skala yang lebih besar," pungkas Suherman.
Lebih baru Lebih lama