Update Penemuan Bayi di Pelita Batam: Polisi Amankan Ibu Kandung dan Periksa Pria Berinisial BDM


Batamramah.com, BATAM – Penyidik Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja masih terus mendalami kasus pembuangan jasad bayi laki-laki di dalam selokan kawasan Terowongan Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Saat ini, polisi tengah mendalami motif kasus tersebut sembari menunggu kondisi psikologis dan kesehatan ibu bayi pulih, Selasa (30/6/2026).

Penanganan kasus ini secara resmi berjalan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/94/VI/2026/SPKT Polsek Lubuk Baja/Polresta Barelang/Polda Kepri, tertanggal 29 Juni 2026.

Wakapolsek Lubuk Baja AKP Doddy Basyir, SH, MH, mengungkapkan bahwa sesaat setelah menerima laporan masyarakat terkait penemuan jasad bayi di selokan Jalan Yos Sudarso tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Setelah olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi lapangan, tim berhasil mengidentifikasi sekaligus mengamankan seorang perempuan yang diduga kuat sebagai pelaku pembuangan bayi," ujar AKP Doddy.

Kendati terduga pelaku utama sudah diamankan, Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Gihon Lumban Raja, menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat membeberkan motif di balik aksi keji tersebut. Hal ini dikarenakan ibu bayi masih harus menjalani perawatan medis pasca-melahirkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

"Untuk motif saat ini masih kami dalami secara intensif karena yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit. Ada beberapa tindakan medis yang harus ia jalani dan perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah kondisinya memungkinkan untuk diperiksa," terang Iptu Gihon.

Meski pemeriksaan terhadap ibu bayi tertunda, Iptu Gihon menegaskan bahwa penyidik telah bergerak memeriksa saksi kunci lainnya. Polisi sudah memanggil dan meminta keterangan dari seorang pria berinisial BDM, yang merupakan kekasih sekaligus ayah biologis dari janin malang tersebut.

"Pacarnya sudah kami periksa sebagai saksi. Namun, terkait motif mendalam serta peran dari masing-masing pihak, semuanya masih terus kami selidiki," tambahnya.

Berdasarkan data di lapangan, jasad bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Jasadnya sengaja dibungkus menggunakan karung beras, lalu dimasukkan ke dalam kantong kertas (paper bag) berwarna hijau sebelum dilemparkan ke dalam parit.
Penemuan itu bermula saat seorang pekerja proyek di sekitar Terowongan Pelita hendak memindahkan galon air minum ke pinggir selokan. 

Curiga melihat bungkusan karung beras, ia dan rekan-rekannya mengecek isi karung menggunakan sebatang kayu dan terkejut saat mendapati kepala bayi di dalamnya.

Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil autopsi resmi dari tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan penyebab utama kematian bayi, apakah meninggal sebelum atau sesudah dibuang ke dalam selokan.
Lebih baru Lebih lama