BATAMRAMAH: Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,02 persen pada semester I 2026 menunjukkan kinerja ekonomi daerah yang kuat. Namun, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau mengingatkan bahwa pertumbuhan tinggi tetap menghadapi tantangan, terutama dalam memastikan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Kepala BI Perwakilan Kepri, Rony Widijarto P, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Bincang Bareng Media di Kantor BI Perwakilan Kepri, Batam, Selasa (15/9/2026).
Rony mengatakan struktur ekonomi Kepri masih mendapatkan dukungan kuat dari sektor industri, terutama manufaktur.
Selain itu, sektor pertambangan juga masih memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hingga triwulan II 2026.
Manufaktur Masih Jadi Penopang
Menurut Rony, industri manufaktur masih memiliki porsi besar dalam struktur perekonomian Kepri.
Sektor tersebut juga menunjukkan perkembangan yang relatif stabil sehingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada pada level tinggi.
Kepri pun mendapatkan tambahan kekuatan dari investasi baru yang mulai masuk ke berbagai sektor.
Namun, menurut Rony, pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memastikan pertumbuhan tersebut memberikan dampak yang lebih luas.
“Yang menjadi tantangan adalah masalah inklusif,” ujarnya.
BI Soroti Dampak Investasi terhadap Masyarakat
Rony menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum cukup jika hanya terkonsentrasi pada sektor atau kelompok tertentu.
Karena itu, BI mendorong agar aktivitas investasi dapat menciptakan efek pengganda yang lebih luas.
Investasi perlu membuka akses ekonomi bagi masyarakat Kepri. Selain itu, investasi juga perlu mendorong terciptanya kesempatan kerja.
Menurut Rony, aspek ketenagakerjaan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, termasuk tenaga kerja informal.
Sebab, sektor informal juga memiliki peran dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Jika investasi mampu memperluas kesempatan kerja, dampaknya dapat membantu menekan tingkat pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Data Center Jadi Perhatian
BI juga akan mencermati dampak investasi data center terhadap ketenagakerjaan.
Investasi tersebut saat ini masih banyak berada pada tahap pembangunan. Karena itu, kontribusinya terhadap perekonomian dan penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya terlihat.
Ketika proyek mulai beroperasi, BI akan melihat seberapa besar investasi tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi Kepri.
“Tidak hanya tenaga kerja formal, tenaga kerja informal juga penting,” kata Rony.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan perkembangan investasi dapat terhubung dengan masyarakat dan sektor ekonomi lainnya.
Konsumsi Masyarakat Masih Jadi Tantangan
Selain ketenagakerjaan, BI juga menyoroti konsumsi rumah tangga.
Rony menjelaskan, pertumbuhan konsumsi masyarakat di Kepri belum bergerak secepat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Padahal, secara nasional konsumsi rumah tangga biasanya bergerak cukup dekat dengan pertumbuhan ekonomi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri masih perlu diterjemahkan menjadi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, penguatan konsumsi rumah tangga menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Pertumbuhan Tinggi Harus Lebih Inklusif
Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,02 persen pada semester I 2026, Kepri memiliki modal kuat untuk menjaga momentum ekonomi.
Namun, BI menilai pertumbuhan tersebut perlu berjalan bersama dengan peningkatan kesempatan kerja, pendapatan masyarakat, serta konsumsi rumah tangga.
Dengan cara itu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi juga terasa dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
BI pun akan terus mencermati perkembangan industri, investasi, ketenagakerjaan, dan konsumsi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu memberikan akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rony.(bos)
Dengan demikian, tantangan Kepri ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan tetap tinggi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut semakin inklusif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(bos)
