Penampilan Padi Reborn Menutup Gebyar Melayu Pesisir 2026 dengan Spektakuler

 


BATAMRAMAH.COM: Gebyar Melayu Pesisir 2026 berakhir meriah di K-Square Mall Batam, Sabtu (19/9/2026) malam. Ribuan warga memadati area parkir untuk menyaksikan penampilan Padi Reborn yang menjadi sajian utama malam penutupan.

Konser itu sekaligus menjadi ajang pelepas rindu bagi penggemar Padi di Batam. Grup musik yang aktif sejak 1990-an tersebut kembali menyapa publik Batam setelah cukup lama tidak tampil di kota ini.

Padi Reborn tampil dengan formasi lengkap. Fadly mengisi posisi vokal, Piyu dan Ari memainkan gitar, Rindra pada bass, sedangkan Yoyo mengisi drum.

Ribuan Penonton Ikut Bernyanyi

Sejak lagu pertama, penonton langsung menyambut Padi Reborn dengan antusias. Ribuan orang ikut bernyanyi dan mengikuti setiap lagu yang dibawakan Fadly bersama kawan-kawan.

Fadly pun mengaku senang melihat sambutan masyarakat Batam.

“Bangga sekali bisa tampil di sini. Sudah lama Padi tidak tampil di Batam. Salut buat kalian semua,” ujar Fadly dari atas panggung.

Padi Reborn kemudian membawakan sejumlah lagu populer dari perjalanan musik mereka sejak 1997. Penonton ikut menyanyikan lagu demi lagu sehingga suasana konser semakin hidup.

Momen semakin ramai ketika Fadly turun mendekati area panggung utama. Ia menyapa tamu VIP dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kemudian mengajak mereka bernyanyi bersama.

Di sela konser, Fadly juga berharap Gebyar Melayu Pesisir bisa terus hadir pada tahun-tahun berikutnya. Ia ingin penyelenggara menghadirkan kemasan yang semakin meriah sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pelaku UMKM.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Rony Widijarto Purubaskoro, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan GMP 2026.

Angkat Warisan Melayu dan UMKM

Sebelum menghadirkan konser Padi Reborn, Gebyar Melayu Pesisir 2026 lebih dulu dibuka dengan pemukulan gendang bersama di K-Square Mall, Rabu (16/9/2026) malam.

GMP tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-7. BI bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan tersebut untuk memperkuat UMKM sekaligus mengangkat warisan budaya Melayu.

Gubernur BI Destry Damayanti membuka GMP 2026 secara virtual. Dalam sambutannya, ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 6,99 persen pada triwulan II/2026.

Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi di wilayah Sumatra pada periode tersebut.

Destry juga menilai tema GMP 2026, “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, relevan dengan upaya memperluas pasar produk lokal.

Menurut dia, warisan budaya Melayu dapat menjadi pembeda sekaligus sumber nilai tambah bagi produk UMKM Kepri.

Karena itu, digitalisasi pembayaran melalui QRIS antarnegara dan perluasan akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan pengembangan produk.

Dorong UMKM Naik Kelas

Mewakili Gubernur Kepri, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni mengapresiasi konsistensi pelaksanaan GMP yang kini memasuki tahun ketujuh.

Ia menyebut sinergi pemerintah daerah dan BI ikut mendorong peningkatan UMKM yang naik kelas. Persentasenya meningkat dari 30,21 persen menjadi 35,46 persen pada 2025.

Misni juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai kegiatan GMP untuk membuka jejaring dan memperluas pasar.

Menurutnya, penyaluran pembiayaan UMKM yang melampaui target dapat memberikan dampak berantai bagi perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Rony Widijarto Purubaskoro menilai UMKM memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah.

Sektor ini juga berperan dalam menyerap tenaga kerja, termasuk ketika industri manufaktur terus berkembang di Kepri.

Karena itu, GMP 2026 mengangkat warisan budaya Melayu seperti kain tenun dan songket. BI Kepri mendorong pelaku usaha memadukan unsur tradisional dengan desain modern agar produknya memiliki daya saing lebih tinggi.

“Warisan budaya Melayu tidak boleh hanya dipelihara secara pasif, tetapi harus diolah menjadi industri kreatif yang menciptakan nilai tambah tinggi,” kata Rony.

Ia menyebut proses tersebut melibatkan banyak pelaku usaha. Mulai dari penenun, penjahit, hingga desainer lokal dapat masuk dalam rantai ekonomi yang sama.

Hadirkan Expo hingga Charity Run

GMP 2026 berlangsung pada 14–20 September 2026 di K-Square Mall Batam. Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha dari tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau.

Selama sepekan, panitia menghadirkan berbagai kegiatan. Mulai dari expo, fashion show, talkshow, business matching, workshop, kompetisi, charity run, hingga festival kuliner nusantara.

Rangkaian kegiatan itu mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, industri, perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain membuka jejaring, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi produk unggulan daerah. Pelaku usaha mendapat kesempatan memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen dan mitra baru.

BI Kepri juga mendorong warisan budaya Melayu menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Pengembangannya mencakup UMKM, kuliner, fesyen, dan pariwisata.

Pada saat yang sama, digitalisasi dan perluasan akses pasar terus didorong untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Setelah berlangsung selama sepekan, GMP 2026 akhirnya ditutup lewat konser Padi Reborn.

Ribuan penonton bernyanyi bersama. Lagu-lagu nostalgia mengalun hingga malam. Suasana itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian Gebyar Melayu Pesisir 2026 di Batam.***

Lebih baru Lebih lama