Batamramah.com, BATAM — Tim Nasional Basket 3x3 Indonesia mencatatkan sejarah manis di ajang kejuaraan internasional SEABA U17 3x3 Championship 2026 yang berlangsung di HI-Test Arena Batam.Skuad Merah Putih berhasil menyapu bersih medali emas dan mengawinkan gelar juara di kategori Putra maupun Putri.
Pada kategori Putra, Timnas Indonesia sukses naik ke podium tertinggi sebagai Juara 1, mengungguli Malaysia di posisi kedua dan Singapura di peringkat ketiga.
Sementara itu, tim Putri Indonesia juga tampil dominan dengan menyabet gelar juara pertama, disusul Thailand di posisi runner-up dan Vietnam di peringkat ketiga.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Rezki Wermandi, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ganda (double success) yang diraih kontingen Indonesia.
"Dua target utama kami terwujud sepenuhnya, yakni sukses penyelenggaraan seluruh agenda SEABA U17 3x3 Championship 2026 dan sukses prestasi dengan mengawinkan gelar juara Putra dan Putri. Ini hasil kerja keras luar biasa dari para pemain, manajer, tim pelatih, serta oficial," ujar Rezki usai pertandingan berlangsung di HI-Test Arena Batam, Minggu (20/9/2026)
Rezki menegaskan bahwa keberhasilan di kelompok umur 17 tahun ini akan menjadi pijakan penting bagi Perbasi dalam membentuk fondasi tim nasional junior pada ajang-ajang internasional selanjutnya.
Capaian manis ini terasa kian istimewa mengingat mepetnya waktu pemusatan latihan. Head Coach Timnas 3x3 U-17 Indonesia, Wahyu Wijiati, mengaku terkejut sekaligus bangga atas mental bertanding anak-asuhnya.
"Jujur saya sangat bangga. Persiapan kami efektif hanya dua minggu. Saat proses seleksi pun banyak pemain yang tidak bisa bergabung karena harus membela daerah di ajang Porprov, DBL, maupun kejuaraan lainnya," ungkap Wahyu.
Ia menceritakan bahwa pekan pertama latihan menjadi periode paling berat karena para pemain berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Malang. Meski demikian, adaptasi cepat para atlet muda berhasil membuahkan hasil maksimal.
"Ini pengalaman pertama saya melatih tim 3x3 kelompok umur 17 tahun. Hasil dan evaluasi dari turnamen ini akan saya jadikan rekomendasi untuk menyusun fondasi merekrut pemain youth 3x3 yang lebih matang ke depannya," jelasnya.
Suksesnya penyelenggaraan kejuaraan internasional untuk kedua kalinya di Batam tahun ini memperkuat optimisme pengurus daerah.
Ketua Pengprov Perbasi Kepri, Suhadi, menyatakan kesiapan daerahnya untuk kembali menjadi tuan rumah event bertaraf nasional maupun internasional.
"Jika didukung finansial yang kuat dari pemerintah provinsi maupun kota, Batam sangat siap menjadi sentral dan barometer kejuaraan olahraga, khususnya bola basket di wilayah Sumatra," kata Suhadi.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Perbasi Kota Batam, Junico, mengumumkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali ekosistem kompetisi lokal usai ajang internasional ini.
"Bulan depan kami akan memutar kembali Liga 1 Basket Kota Batam untuk kategori Putra dan Putri setelah vakum selama lima tahun. Saat ini ada 15 klub aktif dan 7 akademi di Batam yang rutin berlatih di 5–6 lapangan berstandar memadai. Animo basket di Batam sangat tinggi dan siap bersaing," tegas Junico.

.jpeg)