![]() |
| Cara aman berkendara saat asap |
BATAMRAMAH – Asap tebal bisa membuat perjalanan berubah menjadi situasi berbahaya. Jarak pandang menurun, kendaraan di depan sulit terlihat, sementara waktu untuk bereaksi menjadi lebih pendek.
Dalam kondisi seperti ini, pengendara tidak cukup hanya menyalakan lampu. Kecepatan perlu dikurangi, jarak aman diperlebar, dan kewaspadaan ditingkatkan.
Jika perjalanan tidak mendesak, menundanya sampai kondisi kembali aman menjadi pilihan paling bijak. Namun, bagi pengendara yang tetap harus bepergian, sejumlah langkah perlu dilakukan sejak sebelum berangkat.
Periksa Kendaraan Sebelum Berangkat
Keselamatan dimulai sebelum kendaraan meninggalkan rumah.
Pastikan ban memiliki tekanan yang sesuai dan kondisi pengereman bekerja dengan baik. Periksa pula lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta kondisi mesin.
Perlengkapan berkendara juga harus lengkap. Gunakan helm dengan visor tertutup untuk melindungi mata dan wajah. Masker dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan sesuai kondisi udara.
Jangan lupa membersihkan visor. Kotoran atau embun pada permukaannya dapat semakin mengganggu pandangan ketika pengendara melewati area yang dipenuhi asap.
Sebelum berangkat, pengendara juga sebaiknya memantau informasi mengenai kualitas udara, cuaca, jarak pandang, dan kondisi lalu lintas.
Kurangi Kecepatan, Tambah Jarak
Asap membuat pengendara membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali kendaraan, orang, atau objek di depan.
Karena itu, kecepatan harus disesuaikan dengan kemampuan melihat kondisi jalan. Jangan memaksakan kecepatan hanya karena kondisi jalan terlihat lengang.
Jarak dengan kendaraan di depan juga perlu diperlebar. Langkah ini memberikan ruang lebih besar jika kendaraan di depan tiba-tiba mengerem atau terjadi hambatan yang tidak terlihat sejak awal.
Hindari manuver mendadak. Begitu pula dengan pengereman keras yang tidak diperlukan. Kendalikan kendaraan secara halus dan tetap fokus pada kondisi di sekitar.
Lampu utama harus berfungsi dengan baik. Selain membantu penerangan, lampu membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.
Jangan Memaksakan Perjalanan
![]() |
| Gunakan Masker |
Ada titik ketika perjalanan sebaiknya dihentikan.
Jika asap semakin pekat dan jarak pandang turun drastis, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, lalu cari tempat aman untuk berhenti.
Hindari menepi sembarangan di bahu jalan. Posisi kendaraan yang berhenti justru dapat menjadi bahaya baru bagi pengendara lain.
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi lingkungan menyebabkan jarak pandang berkurang.
“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Daniel.
Menurut dia, menunda perjalanan tetap menjadi pilihan jika perjalanan tidak mendesak dan kondisi belum aman.
“Tetap Cari Aman saat berkendara,” kata Daniel.
Cek Kendaraan Setelah Digunakan
![]() |
| Gunakan Helm dengan penutup wajah. |
Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah perjalanan selesai.
Kendaraan yang digunakan cukup lama di lingkungan dengan kualitas udara buruk juga perlu diperhatikan kondisinya. Pengendara dapat mengecek kembali fungsi pengereman, ban, lampu, dan komponen lain.
Jika menemukan penurunan performa atau gangguan, pemeriksaan di bengkel dapat dilakukan sebelum kendaraan kembali digunakan untuk perjalanan berikutnya.
Pada akhirnya, keselamatan lebih penting daripada memaksakan perjalanan. Jika asap terus menebal dan jarak pandang semakin terbatas, berhenti di lokasi yang aman dan menunggu kondisi membaik menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Sebab, dalam kondisi jarak pandang buruk, memperlambat laju bukan berarti terlambat sampai tujuan. Itu justru cara untuk memastikan perjalanan berakhir dengan selamat.***


