Batamramah.com, BATAM – Panglima Kodam (Pangdam) XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rionardo resmi berkantor di Batam, Kepulauan Riau.
Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan Kodam baru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada 5 Oktober 2026.
Kedatangan Mayjen TNI Rionardo di Batam disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau di Terminal VIP Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (20/10/2026).
Jenderal bintang dua tersebut tiba dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan mendarat sekitar pukul 07.55 WIB.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan adat tepuk tepung tawar yang digelar Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.
Kehadiran Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi bagian dari penguatan pertahanan teritorial di wilayah Kepulauan Riau sebagai daerah kepulauan yang berada di kawasan strategis perbatasan negara.
Kepri memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Mayjen TNI Rionardo mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah beradaptasi dengan situasi dan kondisi di Kepri, khususnya Batam yang menjadi markas Kodam XXV.
"Pertama, saya sebagai Pangdam yang baru tentunya perlu beradaptasi dengan situasi dan kondisi di Kepulauan Riau, utamanya di Batam sebagai markasnya," ujar Rionardo.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah program yang perlu disukseskan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Keberadaan Kodam tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga mendukung program pemerintah yang berdampak positif bagi masyarakat.
Rionardo menyoroti karakteristik Kepri sebagai wilayah kepulauan. Salah satu sektor yang dinilai perlu mendapat dukungan adalah pengembangan kampung nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Karena itu, pihaknya akan membangun kerja sama dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah hingga TNI Angkatan Laut, guna mendukung pelaksanaan program-program prioritas.
Terkait pengamanan wilayah perbatasan, Rionardo menegaskan TNI akan menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang sebagai komponen utama pertahanan negara.
Menurut dia, penguatan satuan dan peningkatan profesionalisme prajurit menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan kebijakan dan anggaran yang tersedia.
Meski demikian, ia menekankan penguatan pertahanan bukan berarti Indonesia mencari permusuhan dengan negara lain.
"Kita ingin berhubungan baik dengan semua negara. Tentunya kita tidak ingin mencari musuh. Tetapi yang perlu kita garis bawahi, jangan ganggu pekarangan kita," tegasnya.
Indonesia, kata dia, ingin menciptakan kondisi yang aman agar masyarakat dapat hidup sejahtera dan makmur. Karena itu, kedaulatan wilayah harus tetap dijaga tanpa mengesampingkan hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
.jpeg)

