Demi Tugas Negara, Ratusan Istri dan Anak Lepas Prajurit Yonif RK 136/TS dengan Tangis Haru di Batam



Batamramah.com, Batam – Suasana haru dan penuh isak tangis menyelimuti Pelabuhan Batuampar, Kota Batam, pada Senin (17/11/2025) pagi. Sebanyak 450 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus (RK) 136/Tuah Sakti (TS) harus meninggalkan keluarga untuk mengemban misi berat: pengamanan tapal batas (Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG).

Pasukan yang berada di bawah kendali Korem 033/Wira Pratama (WP) ini diangkut menggunakan KRI Teluk Amboina 503 milik TNI Angkatan Laut (AL). Misi mereka adalah menjaga Merah Putih, sekaligus memenangkan hati dan pikiran rakyat di ujung timur Indonesia, selama 12 bulan ke depan.

Detik-Detik Perpisahan Penuh Air Mata

Momen pemberangkatan yang dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIX/Tuanku Tambusai (TT), Brigjen TNI Rudi Hermawan, ini menjadi luapan emosional yang tak terbendung. Bagi keluarga prajurit, kepergian ini terasa seperti perpisahan yang meninggalkan kekosongan panjang.

Para istri, anak-anak kecil, saudara, dan sahabat yang mengantar tak kuasa menahan air mata. Sebagian di antaranya jatuh dalam pelukan terakhir, sementara yang lain hanya mampu melambaikan tangan saat kapal mulai bergerak.



Dr. Revinda Avisantia, istri dari Komandan Batalyon (Danyon) 136/TS, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri (Inf) Yudi Satria Prabowo, menyuarakan harapannya dengan suara tercekat:

“Hati-hati suamiku, selamat bertugas, semoga kembali dengan selamat. Jangan lupa kabari kalau sudah sampai ke Papua ya Pa.”

Was-Was di Tengah Risiko Tugas

Di balik lambaian tangan dan tangisan yang membekas, terselip perasaan was-was yang mendalam di hati para istri prajurit. Mereka menyadari betul risiko konflik yang terjadi di Tanah Papua, tempat suami mereka akan bertugas.

“Ya, sedih rasanya suami berangkat. Tapi, memang dari awal kan sudah risiko sebagai istri TNI,” ungkap salah satu istri prajurit, yang memilih tabah meski air matanya terus mengalir.

Meski diliputi duka perpisahan dan kekhawatiran, mereka mengaku tetap memberikan dukungan penuh dan berdoa agar sang suami segera kembali ke Batam dengan selamat.

Di detik-detik terakhir KRI Teluk Amboina 503 perlahan meninggalkan dermaga, para istri prajurit Raider Khusus 136/TS masih setia melambaikan tangan, seolah menahan kepergian sang pahlawan yang membawa bekal logistik tugas dan janji untuk kembali.
Lebih baru Lebih lama