BATAMRAMAH.COM: Mobilitas perempuan yang menggunakan sepeda motor untuk bekerja, kuliah, berbelanja, hingga mengantar anak setiap hari terbilang tinggi. Di tengah padatnya aktivitas tersebut, masih banyak kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele, padahal memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan saat berkendara.
Mulai dari cara menggunakan helm, membawa barang bawaan, memilih alas kaki, hingga menjaga fokus selama perjalanan, semuanya berkontribusi terhadap kenyamanan dan kemampuan pengendara dalam mengendalikan sepeda motor. Karena itu, keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keterampilan mengemudi, tetapi juga pada kebiasaan dan perlengkapan yang digunakan setiap hari.
PT Capella Dinamik Nusantara sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau membagikan sejumlah tips keselamatan berkendara bagi perempuan. Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, Christofer Valentino, mengatakan bahwa risiko di jalan sering kali muncul akibat hal-hal kecil yang luput dari perhatian pengendara.
1. Jaga Konsentrasi Selama Berkendara
Konsentrasi merupakan faktor utama dalam keselamatan berkendara. Kondisi tubuh yang lelah, mengantuk, kurang fit, hingga kebiasaan menggunakan ponsel saat mengendarai motor dapat menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 ayat (1), setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib mengemudikan kendaraannya secara wajar dan penuh konsentrasi.
Karena itu, penggunaan telepon genggam sebaiknya dilakukan setelah kendaraan berhenti di lokasi yang aman. Fokus terhadap kondisi lalu lintas, kendaraan di sekitar, dan potensi bahaya di depan menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko kecelakaan.
2. Pastikan Helm Digunakan dengan Benar
Helm merupakan perlengkapan keselamatan paling penting bagi pengendara sepeda motor. Namun, masih banyak pengendara yang menggunakannya secara tidak tepat, seperti tidak mengaitkan tali pengaman dengan benar atau menggunakan ukuran helm yang tidak sesuai.
Christofer menyarankan agar pengendara memilih helm berstandar SNI yang sesuai dengan ukuran kepala. Helm yang terlalu longgar berisiko mudah bergeser saat digunakan, sedangkan helm yang terlalu sempit dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu konsentrasi.
Selain itu, tali pengunci helm harus dipastikan terkunci sempurna. Bagi perempuan berhijab, penggunaan inner hijab dan bahan hijab yang tidak licin dapat membantu menjaga posisi helm tetap nyaman dan pas selama perjalanan.
3. Simpan Barang Bawaan dengan Aman
Tas merupakan barang yang hampir selalu dibawa saat beraktivitas. Meski terlihat sederhana, cara membawa tas saat berkendara perlu mendapat perhatian khusus.
Tas yang dibawa dengan posisi kurang aman dapat mengganggu keseimbangan, tersangkut kendaraan lain, atau menyulitkan pengendara saat bermanuver. Dalam kondisi tertentu, barang bawaan yang mencolok juga dapat meningkatkan risiko tindak kejahatan.
Untuk itu, barang bawaan sebaiknya disimpan di bagasi motor jika memungkinkan. Jika harus dibawa di tubuh, tas ransel dinilai lebih aman dan stabil dibandingkan tas jinjing maupun tas selempang yang mudah bergeser saat kendaraan bergerak.
4. Hindari Sandal dan Alas Kaki yang Tidak Stabil
Pemilihan alas kaki turut memengaruhi kontrol pengendara terhadap sepeda motor. Penggunaan sandal, sepatu berhak tinggi, atau alas kaki yang licin dapat membuat pijakan menjadi tidak stabil, terutama saat berhenti mendadak atau menjaga keseimbangan kendaraan.
Pengendara disarankan menggunakan sepatu yang menutupi kaki dan memiliki daya cengkeram yang baik. Selain membantu menjaga stabilitas, sepatu juga memberikan perlindungan tambahan dari panas mesin, debu jalanan, hingga risiko cedera ringan.
5. Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Aman
Pakaian untuk berkendara tidak hanya perlu menunjang penampilan, tetapi juga harus mendukung keamanan dan kenyamanan. Pakaian yang terlalu ketat atau membatasi gerakan dapat menyulitkan pengendara saat mengendalikan motor, terutama ketika harus bermanuver di jalan yang padat.
Celana panjang menjadi pilihan yang lebih ideal karena memberikan keleluasaan bergerak sekaligus perlindungan tambahan pada kaki. Sementara bagi pengendara yang mengenakan rok, perlu memastikan model dan panjang rok tidak menghambat pergerakan atau berisiko tersangkut saat berkendara.
Kebiasaan Kecil yang Menentukan Keselamatan
Menurut Christofer, keselamatan berkendara sering kali ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, disiplin perlu dibangun sejak sebelum kendaraan dijalankan, mulai dari memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, menggunakan helm dengan benar, hingga memilih perlengkapan berkendara yang aman.
“Keselamatan saat berkendara harus menjadi prioritas. Penggunaan perlengkapan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang baik akan membantu mengurangi risiko di jalan sekaligus mendukung budaya berkendara aman #Cari_Aman,” ujar Christofer Valentino.
Sementara itu, Sales Manager wilayah Kepulauan Riau, Duri Yanto, menambahkan bahwa perempuan memiliki mobilitas harian yang tinggi sehingga kesadaran terhadap aspek keselamatan perlu terus ditingkatkan.
Menurutnya, langkah-langkah sederhana seperti menjaga fokus, menggunakan perlengkapan yang sesuai, dan memperhatikan cara membawa barang dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Kampanye keselamatan #Cari_Aman juga dinilai penting untuk terus digaungkan agar budaya berkendara yang aman semakin melekat dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Pada akhirnya, safety riding bukan hanya tentang kemampuan mengendarai sepeda motor, melainkan juga tentang membangun kebiasaan yang benar setiap hari. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru dapat menjadi faktor penting yang membedakan antara perjalanan yang aman dan situasi berisiko di jalan.**
