Perlinsos dan Regsosek Perkuat Pengentasan Kemiskinan di Batam, Ini Kata Amsakar



BATAMRAMAH.COM: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Batam menunjukkan tren yang semakin membaik. Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025, atau mengalami penurunan sebesar 1,04 persen.

Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan secara terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Alhamdulillah, dibandingkan tahun sebelumnya, angka kemiskinan di Kota Batam turun sebesar 1,04 persen. Dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Ini tentu menjadi capaian yang patut kita syukuri," ujarnya.

Kolaborasi Lintas Kementerian Percepat Pengentasan Kemiskinan

Amsakar menjelaskan, keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari sinergi yang dibangun pemerintah melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) bersama berbagai kementerian dan lembaga.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar seluruh program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat berjalan secara terintegrasi sehingga hasilnya lebih optimal.

"Kalau setiap kementerian berjalan sendiri-sendiri, target pengentasan kemiskinan tentu akan lebih sulit dicapai. Karena itu, penyatuan langkah menjadi sangat penting," katanya.

Perlinsos dan Regsosek Perbaiki Akurasi Data Penerima Bantuan

Amsakar mengatakan pemerintah juga terus melakukan pembenahan basis data penerima bantuan sosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran.

Ia menjelaskan, sistem pendataan yang sebelumnya menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kini diperkuat melalui Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang saat ini masih terus diperbarui melalui proses pencacahan ulang.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan Portal Perlinsos sebagai sarana bagi masyarakat untuk melakukan pembaruan data secara mandiri.

Amsakar mengaku telah mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi tersebut agar data yang tersimpan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

"Saya mengajak masyarakat untuk mengisi data melalui Portal Perlinsos agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang memang berhak," ujarnya.

Menurut Amsakar, pembaruan data ini menjadi langkah penting agar tidak lagi terjadi perbedaan penerima berbagai program bantuan sosial akibat penggunaan basis data yang berbeda.

"Dengan data yang semakin akurat, pemerintah dapat memastikan program seperti bantuan kesehatan, pendidikan, maupun bantuan sosial lainnya diberikan kepada masyarakat yang tepat sasaran," katanya.

Program Pusat dan Daerah Harus Berjalan Selaras

Amsakar juga menyampaikan apresiasi atas program yang dijalankan BP Taskin di kawasan pesisir, khususnya di Sembulang.

Menurutnya, lokasi tersebut sangat tepat karena sejalan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang dikembangkan Pemerintah Kota Batam bersama pemerintah pusat.

Dari empat lokasi yang diusulkan, tiga kawasan telah terealisasi, yakni di Kasu, Sekanak Raya, dan Sembulang.

Di kawasan Sembulang sendiri, sekitar 500 warga telah menempati kawasan permukiman nelayan yang kini didukung berbagai fasilitas pendukung, termasuk pelabuhan.

"Program pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling mendukung. Ini yang kita harapkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," jelasnya.

Pengentasan Kemiskinan Jadi Kebanggaan Pemko Batam

Bagi Amsakar, berbagai penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Batam tentu menjadi kebanggaan. Namun, menurutnya, tidak ada pencapaian yang lebih membahagiakan selain keberhasilan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penurunan angka kemiskinan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Bagi kami, penghargaan yang paling membahagiakan adalah ketika berhasil menurunkan angka kemiskinan. Itu menunjukkan negara benar-benar hadir untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan hidup," tutup Amsakar.(lin)

Lebih baru Lebih lama