Batamramah.com, BATAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kepulauan Riau dinilai berhasil membangun standar operasional yang profesional, higienis, dan transparan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ekosistem yang dibangun bahkan dinilai sangat layak menjadi role model penanganan gizi nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Anwar Anas, usai melakukan inspeksi dan peninjauan langsung ke fasilitas SPPG Polda Kepri, baru-baru ini.
Anwar mengungkapkan bahwa Program MBG di Polda Kepri tidak sekadar membagikan makanan, melainkan menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat secara nyata.
"Bangunan dan tata ruang SPPG Polda Kepri sangat representatif. Kebersihan terjaga, alur kerja jelas, dan dokumen operasional tersusun rapi serta akuntabel. Ini menunjukkan manajemen yang dikelola secara sangat profesional," ujar Anwar Anas, Jumat (24/7/2026).
Salah satu hal yang menarik perhatian politisi Fraksi Gerindra ini adalah higienitas dan sterilisasi wadah makanan. SPPG Polda Kepri telah menggunakan mesin dishwasher berstandar tinggi untuk pencucian ompreng dan wadah makanan guna menghindari kontaminasi.
Tak hanya itu, pengawasan keamanan pangan (food safety) di fasilitas ini juga melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Kepri. Pengujian dilakukan secara berkala, mencakup pemeriksaan bakteriologis, kandungan kimia, hingga deteksi zat berbahaya demi melengkapi standar Badan Gizi Nasional (BGN).
"Setiap makanan yang didistribusikan melalui lapisan pengawasan internal Polri yang ketat. Ini investasi penting untuk menjamin keamanan pangan para penerima manfaat," tegasnya.
Lebih lanjut, Anwar mengapresiasi pola kemitraan yang dibangun Polda Kepri. Sebagian besar bahan baku seperti sayuran dan ikan diserap langsung dari petani dan nelayan lokal di Kepulauan Riau, sementara tenaga kerja dapur memprioritaskan warga sekitar.
Personel Polda Kepri yang memiliki keahlian di bidang pertanian dan perikanan juga diterjunkan untuk memberikan pendampingan teknis kepada para pemasok lokal agar kualitas produk tetap terjaga.
"Inilah wajah Polri yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Polisi hadir tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan," tutur Anwar.
Atas capaian tersebut, Anwar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Kepri beserta jajaran.
Ia juga mengimbau para pengelola SPPG lain di Kota Batam maupun Kepri untuk melakukan studi banding ke Polda Kepri agar praktik baik (best practice) ini dapat direplikasi secara luas.
