Batamramah.com, BATAM — PT Batam Terminal Petikemas (BTP) mempertegas komitmennya dalam mengakselerasi transformasi Terminal Petikemas Batu Ampar menjadi pelabuhan bertaraf internasional. Langkah ini diambil guna meningkatkan daya saing logistik nasional sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang perdagangan global.
Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menjelaskan bahwa pengembangan terminal tersebut didasarkan pada perjanjian konsesi dari BP Batam setelah mengantongi persetujuan Kementerian BUMN. Melalui skema tersebut, BTP mendapat amanah mengelola dan mengembangkan Terminal Petikemas Batu Ampar selama 37 tahun.
"Cita-cita kami adalah menjadikan Terminal Petikemas Batu Ampar sebagai hub logistik Indonesia. Tujuannya bukan sekadar membangun infrastruktur pelabuhan yang modern, melainkan menciptakan efisiensi pada sistem logistik nasional," ujar Basori saat menggelar silaturahmi bersama insan media di Batam, Rabu (5/8/2026).
Guna mendukung operasional harian, BTP menggandeng PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) sebagai mitra strategis operator pelabuhan. BACT dipilih karena rekam jejaknya sebagai pengelola terminal petikemas berskala global dengan jaringan pengelolaan di berbagai negara.
"Kami tidak bisa bergerak sendiri. Pengembangan skala besar ini membutuhkan kemitraan yang solid, baik dengan operator kelas dunia maupun seluruh pemangku kepentingan, termasuk rekan-rekan media," tambahnya.
Seiring dengan investasi yang dikucurkan, kapasitas infrastruktur di Pelabuhan Batu Ampar terus dipoles. Saat ini, terminal memiliki dermaga sepanjang 1.000 meter dengan kedalaman alur mencapai 8 hingga 12 meter LWS, serta didukung container yard (lapangan penumpukan) seluas 12 hektare.
Dari sisi efisiensi bongkar muat, pelabuhan kini disokong oleh lima unit Ship-to-Shore Crane (STS) atau Quay Crane serta 12 unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Sebagian besar peralatan modern ini merupakan hasil investasi lanjutan dari kolaborasi BTP dan BACT.
Langkah modernisasi ini terbukti mulai membuahkan hasil. Sepanjang tahun 2025 lalu, volume bongkar muat petikemas di Terminal Batu Ampar berhasil menembus angka sekitar 522.000 TEUs. Angka ini menjadi indikator kuat makin menggeliatnya aktivitas industri dan logistik di Batam.
Ke depan, BTP menargetkan Pelabuhan Batu Ampar menjadi pusat logistik terintegrasi yang mampu menyokong iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian barat.
"Kami ingin membuktikan bahwa Pelabuhan Batu Ampar mampu bersaing secara global, memberi layanan terbaik bagi pengguna jasa, serta menjadi motor penggerak ekonomi nasional," pungkas Basori.
