Incar Pasar Transhipment Global, Batam Targetkan Kapasitas Pelabuhan 1,6 Juta TEUs



Batamramah.com, BATAM — Ambisi menjadikan Kota Batam sebagai pusat logistik dan pelabuhan transhipment internasional kian dimantapkan. PT Batam Terminal Petikemas (BTP) menargetkan peningkatan kapasitas terminal hingga mencapai 1,6 juta TEUs per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur BTP, Capt. Basori Alwi, mengungkapkan bahwa target ambisius tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam perjanjian konsesi jangka panjang selama hampir 37 tahun bersama mitra operator global.

“Untuk mencapai kapasitas 1,6 juta TEUs, kami harus melakukan pengembangan signifikan, termasuk perluasan area sekitar 20 hektare serta penguatan infrastruktur dasar,” ujar Basori saat memaparkan rencana strategis tersebut.

Pengembangan ini mencakup investasi alat berat pelabuhan berskala besar, seperti penambahan 6 unit Ship-to-Shore (STS) crane dan 20 unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Studi kelayakan (feasibility study) dijadwalkan mulai berjalan tahun depan, dengan target operasional penuh pada rentang 2028–2029.

Saat ini, arus petikemas di Batam tercatat sekitar 700.000 TEUs per tahun, dengan komposisi 60 persen aktivitas ekspor-impor dan sisanya pasar domestik. Namun, lonjakan kapasitas hingga 1,6 juta TEUs mendatanag tidak hanya mengandalkan muatan lokal, melainkan mengincar ceruk pasar transhipment global.

“Sekitar 1 juta TEUs dari target ke depan adalah volume transhipment. Ini berarti Pelabuhan Batam harus naik kelas menjadi hub internasional,” tegas Basori.

Strategi ini diperkuat lewat rencana kolaborasi bersama operator pelayaran global seperti SITC, serta menarik singgah kapal-kapal milik raksasa pelayaran dunia seperti CMA CGM, Maersk Line, hingga Wan Hai Lines. Langkah ini diharapkan mampu mengalihkan sebagian trafik kapal yang selama ini mendominasi di Singapura dan Tanjung Pelepas ke Batam.

Selain itu, BTP terus memperluas konektivitas global. Saat ini Batam telah terhubung dengan 32 pelabuhan besar dunia, termasuk rute langsung ke India dan Australia, serta potensi ekspansi rute ke Timur Tengah dan Eropa melalui Terusan Suez.

“Ke depan kami ingin semua jalur pelayaran dunia bisa dilayani langsung dari Batam, termasuk rute ke Amerika yang saat ini masih harus transit melalui Shanghai,” jelasnya.

Sejak 2024, Batam juga sukses menarik minat operator besar kawasan Intra-Asia seperti Evergreen Marine dan COSCO Shipping. Di samping itu, integrasi dan sentralisasi aktivitas petikemas dalam satu terminal terus didorong untuk meningkatkan efisiensi operasional serta pengawasan dari pihak regulator, seperti Bea dan Cukai.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami optimistis terjadi lonjakan signifikan dan Batam benar-benar berdiri sebagai hub logistik dunia,” pungkas Basori.
Lebih baru Lebih lama