Batamramah.com, BATAM — Di balik hiruk pikuk pembangunan di Panaran, tersimpan infrastruktur vital. Sebuah pipa gas 28 inci yang menghubungkan Sumatra, Batam, dan Singapura kini terancam karena dilintasi kendaraan berat.
Hal itu dibenarkan Area Head PGN Area Batam Wendi Purwanto. Ia menyebut aktivitas penimbunan dan lalu lalang alat berat berpotensi menekan pipa milik PT TGI tersebut.
“Yang kami khawatirkan keamanan pipanya. Ini bukan soal resah, tapi soal keselamatan,” ujar Wendi.
Jika terjadi gangguan, dampaknya domino. Sistem kelistrikan Batam bisa padam total dan ekspor gas ke Singapura terhenti.
PGN menyebut bukan pihaknya yang melakukan pembangunan di lokasi itu. Pihaknya mendorong BP Batam menertibkan alokasi lahan di sekitar jalur pipa strategis nasional ini.
