Dari Gulma Jadi Cuan: Kisah Isna Puring Batam Sulap Eceng Gondok Tembus Pasar Dunia


Batamramah.com, Siapa sangka tanaman yang sering dianggap pengganggu di perairan bisa jadi sumber rezeki dan membawa nama Batam ke pasar dunia?

Kisah inspiratif itu datang dari Isnawati, pemilik Isna Puring, UMKM asal Batam yang berhasil menyulap eceng gondok menjadi kerajinan bernilai tinggi. Cerita itu ia bagikan dalam Seminar UMKM bertema Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan di Hotel Aston Nagoya Thamrin Batam, Sabtu (7/11/2026).

Sejak 2013, Isna merintis usaha dari nol. Eceng gondok yang awalnya dipandang sebelah mata, di tangannya berubah menjadi tas cantik, keranjang estetik, pot bunga, furnitur, hingga dekorasi rumah yang ramah lingkungan.

Tak hanya soal bisnis, usaha Isna juga merangkul sesama. Ia memberdayakan pengrajin lokal, termasuk mantan warga binaan dan teman-teman disabilitas untuk ikut berkarya dan mandiri secara ekonomi.

"Eceng gondok itu awalnya dianggap gulma. Tapi kalau diolah dengan kreativitas, ternyata bisa punya nilai ekonomi tinggi. Kami ingin produknya ramah lingkungan, tapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar," cerita Isna.


Kini, karya-karya Isna Puring sudah terbang jauh. Produknya sudah diekspor ke Amerika Serikat, Turki, Singapura, Jepang, hingga Malaysia. Bukti nyata kalau produk lokal Batam mampu bersaing di pasar global.

Namun di balik cerita sukses itu, Isna juga jujur soal tantangan UMKM. Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya diberi pelatihan.

"Kebutuhan kami di lapangan itu nyata. Akses modal, kemudahan izin, bantuan pemasaran, pendampingan berkelanjutan, dan akses pasar. Semoga forum seperti ini jadi jembatan, bukan sekadar sosialisasi," harapnya.

Seminar yang dihadiri Anggota DPR RI Dapil Kepri Mayjen TNI (Purn) Sturman Panjaitan dan Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag Mochamad Rizalu Akbar ini memang sengaja dibuat jadi ruang curhat.

Para pelaku UMKM diajak tidak hanya mendengarkan, tapi juga menyampaikan keluh kesah langsung kepada pemerintah dan legislatif.

Harapannya sederhana: UMKM di Batam dan Kepri semakin berani naik kelas, percaya diri membawa produk unggulan daerah, dan tumbuh bersama.

Karena di Batam, produk lokal tidak hanya soal jualan, tapi soal cerita, karya, dan kemandirian warga.
Lebih baru Lebih lama