BatamRamah.com Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mahfud Cerita Indonesia Sempat Diremehkan China saat Megawati Ajak Kerjasama

 



Batamramah.com, Menko Polhukam Mahfud Md bercerita Indonesia sempat diremehkan saat Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri mengajak China untuk bekerjasama. Saat itu, Megawati juga sempat ditanya China apa yang dimiliki Indonesia sampai berani mengajak kerjasama.


"Indonesia ini sangat kaya, pada suatu hari dulu Presiden Indonesia Bu Megawati berkunjung ke China ketika menjadi presiden, ke RRC. Oleh Presiden RRC ditanya, Indonesia mau kerjasama dengan RRC, apa yang dimiliki Indonesia. Kira-kira kalau di bahasa Indonesia kok berani-beraninya ngajak kerjasama, apa yang dimiliki," kata Mahfud di Kecamatan Pulau Laut, Natuna, Kamis (25/11/2021).


Mahfud mengatakan saat itu Megawati menjawab dengan baik, bahwa Indonesia memiliki semua kekayaan alam. Mulai dari hutan, laut, sampai energi panas bumi.


"Ibu Mega jawabnya bagus, kami merasa semua memiliki, coba tanya apa yang menurut anda tidak dimiliki, semua kita punya, panas bumi yang sekarang sudah menjadi objek bisnis. Emas punya, laut punya, hutan punya, apa yang tidak punya, mau kerjasama apa ayok, karena kita kaya," ujarnya.


Mahfud menuturkan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia hanya perlu dikelola dengan baik. Sebab menurutnya, jika pengelolaan kekayaan alam dilakukan dengan baik, maka akan memupuk rasa nasionalisme masyarakat.


"Oleh sebab itu, tinggal pengelolaannya, karena kalau kita mengelola dengan baik, pemerintahnya cermat, profesional, rakyat ya bersungguh-sungguh maka rakyat ini akan maju. Dan kemajuan itu juga akan memupuk rasa nasionalisme," ucapnya.


Lebih lanjut Mahfud menyampaikan rasa nasionalisme bisa menipis apabila pemerintah lalai dan rakyat terlantar. Mahfud mengatakan jika hal itu terjadi, berpotensi terjadi penyerobotan oleh negara lain.


"Karena misalnya kalau pemerintah lalai, lalu rakyatnya terlantar, kadangkala rasa nasionalisme menipis, untuk apa sih hidup kok begini, gitu. Lalu digunakan oleh orang luar, dibayar untuk menjual sumber daya alam secara diam-diam, terjadilah penyerobotan dan macem-macem. Kalau kita bersungguh-sungguh semuanya, maka kita akan sejahtera," imbuhnya.


Mahfud selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Tito selaku Kepala BNPP dalam kunjungannya di Pulau Laut, Natuna juga memberikan bantuan berupa kapal puskesmas keliling (pusling) ke Puskesmas Pulau Laut. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang merupakan bagian dari anggota BNPP yang diserahkan secara simbolis.


Mahfud dan Tito juga sembari melihat proses vaksinasi yang sedang berjalan di sana. Setelahnya, mereka menuju Kecamatan Pulau Laut untuk mengecek Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA)


(dekk)


sumber: detik.com

www.BatamRamah.com/