Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah menindak penyelundupan Beras Ilegal Batam sebanyak 40,4 ton pada Selasa malam, 25 November 2025. Aparat mengamankan barang bukti bahkan sebelum kapal bersandar penuh.
Dampak Serius Terhadap Petani
Amran menilai penyelundupan tersebut mengancam 115 juta petani karena berpotensi merusak harga dan kestabilan pangan nasional. Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, Bea Cukai, Pemprov Kepri, dan Pemkot Batam yang bergerak cepat.
Stok Nasional Sangat Aman
Ia menegaskan Indonesia memiliki stok beras yang cukup. Produksi nasional mencapai 34,7 juta ton dan stok Bulog berada pada level 3,8 juta ton. Karena itu, ujar Amran, impor ilegal bukan hanya tidak diperlukan, tetapi juga berbahaya.
Instruksi Presiden Prabowo
Amran menyampaikan bahwa dirinya menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas peredaran beras ilegal. Pemerintah menargetkan swasembada beras dan memastikannya dapat dicapai lebih cepat dari rencana.
Imbauan Pemerintah
Amran meminta masyarakat melaporkan seluruh indikasi penyelundupan melalui nomor Lapor Pak Amran 0823-1110-9390. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memberikan ruang bagi praktik impor ilegal yang merugikan petani.***
