Kolaborasi ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari dunia usaha hingga komunitas, seperti Tanjung Uma Empowerment, Batam On, dan Free The Sea.
Hotel-Hotel Batam Bersatu Jaga Pesisir
Lima hotel yang terlibat dalam aksi ini menunjukkan komitmen nyata industri perhotelan terhadap lingkungan, yaitu HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, HARRIS Hotel Nagoya Batam, serta Yello Hotel Harbor Bay Batam.
Mereka tidak hanya berkontribusi secara simbolis, tetapi juga mengerahkan karyawan sebagai relawan yang turun langsung membersihkan pesisir bersama warga.
Membersihkan Pesisir, Menyelamatkan Ekosistem Laut
Aksi ini berfokus pada pembersihan kawasan permukiman pesisir Tanjung Uma yang selama ini menjadi titik penumpukan sampah plastik akibat arus laut. Puluhan relawan bahu-membahu mengumpulkan sampah yang tersebar di sepanjang garis pantai dan lingkungan warga.
Perwakilan Free The Sea, Deswandi, menegaskan bahwa persoalan sampah plastik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat pesisir.
“Pesisir pantai adalah rumah bagi banyak makhluk laut dan juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Tanjung Uma. Ketika sampah plastik menumpuk, dampaknya dirasakan oleh semua,” ujarnya.
Dari Sampah Jadi Bernilai, Edukasi Daur Ulang Digencarkan
Tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, aksi ini juga mengusung konsep berkelanjutan. Para relawan memilah sampah berdasarkan jenisnya, sementara botol plastik yang masih layak dikumpulkan untuk didaur ulang.
Langkah ini menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
Koordinator Tanjung Uma Empowerment, Winda, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami ingin memberi teladan kepada masyarakat dan menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli menjaga bumi kita,” jelasnya.
Komitmen Industri Perhotelan untuk Keberlanjutan
Perwakilan manajemen, Dodi Putra, menegaskan bahwa industri perhotelan memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga lingkungan, terutama di wilayah kepulauan seperti Batam.
“Sebagai bagian dari industri perhotelan di kota kepulauan, kami memiliki tanggung jawab menjaga laut dan pesisir. Aksi nyata jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata,” ujarnya.
Memberdayakan Warga, Membangun Kesadaran Bersama
“Aksi Bersih” juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat lokal. Warga Tanjung Uma dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap kegiatan, sehingga mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga bagian dari solusi.
Melalui pendekatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Ketika masyarakat merasa menjadi bagian dari solusi, mereka akan lebih terdorong untuk menjaga hasilnya,” tambah Winda.
Dari Tanjung Uma untuk Batam yang Lebih Bersih
Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi menjaga lingkungan. Kolaborasi antara sektor swasta, komunitas, dan masyarakat dinilai sebagai kunci utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“Aksi ini baru permulaan. Kami berharap semangat peduli lingkungan ini terus menyebar di seluruh Batam,” tutup Dodi.***

