5.454 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan BI Kepri

Bank Indonesia Kepri memusnahkan 5.454 lembar uang palsu hasil temuan selama 2022–2025. BI bersama Botasupal memperkuat pengawasan dan edukasi masyarakat.


BATAMCLICK.COM: Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau memusnahkan 5.454 lembar uang palsu hasil temuan selama periode November 2022 hingga Desember 2025. Pemusnahan dilakukan di Kantor Perwakilan BI Kepri, Kamis (21/5/2026), sebagai bagian dari upaya menekan peredaran uang palsu di daerah.

Langkah itu melibatkan unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Kepri. Tim tersebut terdiri dari BI, Polda Kepri, BIN Daerah Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepri, serta Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kepri.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widiarto, mengatakan seluruh uang palsu yang dimusnahkan berasal dari hasil pengolahan uang perbankan serta laporan masyarakat selama tiga tahun terakhir.

Ribuan Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

BI memastikan seluruh uang yang dimusnahkan telah melalui proses pemeriksaan. Tim ahli lebih dulu melakukan pengecekan keaslian dan uji laboratorium sebelum menyerahkannya kepada kepolisian untuk proses hukum.

Setelah mengantongi persetujuan Pengadilan Negeri Batam, BI kemudian memusnahkan uang tersebut menggunakan mesin pencacah khusus.

Mesin itu menghancurkan lembaran uang hingga menjadi serpihan kecil sehingga tidak dapat digunakan kembali.

Temuan Uang Palsu Mulai Menurun



BI mencatat tren temuan uang palsu terus menurun. Pada 2023, rasio temuan mencapai 5 lembar per satu juta uang beredar atau 5 ppm. Angka itu turun menjadi 4 ppm pada periode 2024 hingga 2025.

Penurunan tersebut dipengaruhi peningkatan teknologi pengamanan pada Rupiah. BI terus memperkuat bahan uang, sistem cetak, dan fitur keamanan agar makin sulit dipalsukan.

Upaya itu juga mendapat pengakuan internasional. Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 meraih penghargaan seri uang terbaik dunia pada IACA Currency Awards 2023.

Sementara pecahan Rp50 ribu emisi 2022 masuk jajaran uang dengan tingkat keamanan tertinggi di dunia. Uang itu menempati peringkat kedua kategori mata uang paling sulit dipalsukan versi BestBrokers.

Masyarakat Diminta Waspada

Selain penindakan, BI juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat. BI mengajak warga mengenali ciri uang asli melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

BI juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Edukasi tersebut terus digencarkan agar masyarakat lebih waspada, mudah mengenali uang palsu, serta ikut menjaga kepercayaan terhadap Rupiah.***

Lebih baru Lebih lama