Batamramah.com, BATAM – PT Pelni Cabang Batam mencatat sebanyak 11.431 penumpang telah berangkat meninggalkan Batam menggunakan armada KM Kelud dan KM Ngapulu. Jumlah ini terhimpun selama periode awal angkutan Lebaran 2026 yang dimulai sejak 14 Maret lalu.
Kepala Cabang PT Pelni Batam, Edwin Kurniasyah, menjelaskan bahwa hingga 18 Maret 2026, tercatat sudah ada empat kali keberangkatan kapal dari Pelabuhan Batu Ampar.
“Dari total empat keberangkatan pada tanggal 14, 15, 16, dan 18 Maret, jumlah penumpang yang sudah kami berangkatkan mencapai 11.431 orang. Tujuan favorit sejauh ini tetap ke Belawan, Medan,” ujar Edwin, Kamis (19/3/2026).
Edwin memaparkan, puncak arus mudik sementara terjadi pada 16 Maret dengan tujuan Belawan yang mengangkut 3.657 penumpang. Lonjakan signifikan diperkirakan akan kembali terjadi pada hari ini, 19 Maret, dengan rute yang sama. Sementara untuk keberangkatan 18 Maret kemarin, kapal Pelni tujuan Tanjung Priok telah mengangkut sebanyak 2.527 penumpang.
Guna mendukung kelancaran mudik tahun ini, Pelni bersama pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa potongan tarif tiket sebesar 30 persen untuk keberangkatan tertentu selama periode Maret.
Selain potongan harga, Pelni juga melakukan pembenahan pada alur embarkasi dan debarkasi, penyediaan posko layanan, hingga fasilitas hiburan di pelabuhan.
“Dari sisi di atas kapal, layanan juga kami tingkatkan, termasuk variasi menu makanan agar penumpang lebih nyaman dan puas,” tambah Edwin.
Menanggapi dinamika arus mudik, PT Pelni mengeluarkan imbauan keras terkait praktik percaloan dan keamanan tiket. Edwin meminta seluruh calon penumpang untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi penjualan PT Pelni.
“Kami mengimbau pelanggan agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menawarkan tiket di luar jalur resmi. Kami tegaskan, jika ditemukan penumpang yang identitasnya tidak sesuai dengan tiket yang dimiliki, maka dengan berat hati akan kami tolak untuk diberangkatkan,” tegasnya.
Tak hanya bagi penumpang, pengawasan ketat juga diberlakukan di internal perusahaan. PT Pelni berkomitmen menjaga integritas layanan selama masa angkutan Lebaran ini.
“PT Pelni juga akan menindak tegas jika terdapat pegawai kami yang kedapatan 'bermain' dengan tiket sehingga merugikan penumpang. Keamanan dan kenyamanan pemudik adalah prioritas utama kami,” tutup Edwin.
